Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

Bagaimana seseorang dapat terkena Thalassemia ? simak skema penurunan Thalassemia berikut ini

Gambar
  Oleh : P2PTM Kemenkes RI Bagaimana seseorang dapat terkena Thalassemia ? Thalassemia adalah penyakit keturunan dan bukan penyakit menularPola penurunan sifat dan penyakit Thalassemia dapat dilihat pada skema berikut : Baca Juga  Yuk, kenali apa itu Thalassemia

Yuk, Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Seseorang Menyandang Talasemia?

Gambar
  Oleh : P2PTM Kemenkes RI Perlu diketahui bahwa berdasarkan gejalanya, Talasemia dibagi menjadi 3 jenis, yakni Talasemia minor/ trait/ pembawa sifat, Talasemia intermedia dan Talasemia mayor. Gejalanya bervariasi, yang paling sering ditemui adalah pucat atau lemas akibat anemia. Memiliki riwayat keluarga dengan talasemia atau transfusi berulang. Melalui pemeriksaan darah, dapat ditemukan kadar Hb yang rendah,kadar MCV dan MCH yang rendah, hasil analisa Hb yang abnormal. Pemeriksaan genetik dilakukan melalui pemeriksaan DNA.

Apakah Penyandang Talasemia Dapat Hidup Normal?

Gambar
  Oleh : P2PTM Kemenkes RI Talasemia Minor Talasemia minor atau pembawa sifat, hidup seperti orang normal, tidak mengalami perubahan penampilan fisik dan tidak bergejala sama sekali. Namun individu ini memiliki risiko mempunyai anak dengan Talasemia jika menikah dengan sesama Talasemia Minor .   Talasemia Intermedia Memiliki kadar Hb yang lebih rendah (berkisar 8-10 g/dL), sehingga tetap memerlukan transfusi darah namun tidak rutin. Pasien tetap dapat hidup normal. Beberapa kasus memerlukan pengobatan rutin untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.   Talasemia Mayor Talasemia Mayor dapat hidup dengan normal jika mendapatkan pengobatan optimal dengan transfusi darah rutin, konsumsi obat kelasi besi teratur dan pemantauan ketat oleh Dokter. Hal ini tentu membutuhkan dukungan penuh moral dan material dari keluarga.Jika tidak pasien dapat mengalami banyak komplikasi, termasuk perubahan bentuk fisik tubuh, gangguan tumbuh kembang, beban materi dan psikologis pasien beserta kelua...

Sobat Sehat yuk, kenali Talasemia

Gambar
  Oleh : P2PTM Kemenkes RI Talasemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin utama manusia, hal ini menyebabkan eritrosit mudah pecah dan menyebabkan pasien menjadi pucat karena kekurangan darah (anemia).

Bagaimana Mencegah Talasemia Mayor?

Gambar
  Oleh : P2PTM Kemenkes RI Dengan melakukan skrining Talasemia, yaitu pemeriksaan darah tepi dan analisis Hb untuk mengetahui seseorang Normal, Talasemia Minor atau Talasemia Mayor. Skrining ini sebaiknya dilakukan sebelum menikah, dengan demikian dapat menghindari perkawinan antara sesama Talasemia minor yang dapat melahirkan anak dengan Talasemia mayor.

Dimana Sobat Sehat dapat Melakukan Skrining Talasemia?

Gambar
  Oleh : P2PTM Kemenkes RI Skrining dapat dilakukan pada penjaringan kesehatan anak sekolah* dan di Posbindu penyakit tidak menular (PTM). Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan di fasilitas kesehatan yang dapat melakukan Pemeriksaan Hematologi Lengkap dan Analisa Hb (Puskesmas, Rumah Sakit). *)Penjaringan pada siswa kelas 1, 7, dan kelas 10

Apakah pasien Talasemia dapat hidup normal? Yuk, simak

Gambar
  Oleh : P2PTM Kemenkes RI Talasemia Minor Talasemia minor atau pembawa sifat, hidup seperti orang normal, tidak mengalami perubahan penampilan fisik dan tidak bergejala sama sekali. Namun individu ini memiliki risiko mempunyai anak dengan Talasemia jika menikah dengan sesama Talasemia Minor .   Talasemia Intermedia Memiliki kadar Hb yang lebih rendah (berkisar 8-10 g/dL), sehingga tetap memerlukan transfusi darah namun tidak rutin. Pasien tetap dapat hidup normal. Beberapa kasus memerlukan pengobatan rutin untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.   Talasemia Mayor Talasemia Mayor dapat hidup dengan normal jika mendapatkan pengobatan optimal dengan transfusi darah rutin, konsumsi obat kelasi besi teratur dan pemantauan ketat oleh Dokter. Hal ini tentu membutuhkan dukungan penuh moral dan material dari keluarga.Jika tidak pasien dapat mengalami banyak komplikasi, termasuk perubahan bentuk fisik tubuh, gangguan tumbuh kembang, beban materi dan psikologis pasien beserta kelua...

3 Jenis Talasemia berdasarkan gejalanya

Gambar
3 Jenis Talasemia Berdasarkan Gejalanya: Talasemia Mayor > Umumnya diketahui sejak bayi, dengan gejala antara lain: Tampak pucat Lemah Lesu Sering sakit Kadang disertai perut yang membuncit Pasien ini membutuhkan transfusi darah terus menerus seumur hidupnnya. Talasemia Minor/Trait/Pembawa Sifat Biasanya tidak bergejala, tampak normal, namun pada pemeriksaan darah dapat ditemukan kadar Hb yang sedikit dibawah normal.   Talasemia Intermedia Biasanya baru terdiagnosis pada anak yang lebih besar, dan biasanya tidak membutuhkan transfusi darah rutin. Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Panduan bagi Penyandang Talasemia di masa pandemi COVID-19.

Gambar
  Oleh : P2PTM Kemenkes RI Panduan bagi penyandang Talasemia Indonesia menuju zero kelahiran talasemia mayor Tetap #DiRumahAja, hindari berpergian selama pandemi Terapkan protokol pandemi secara optimal (Cuci tangan, pakai masker, hindari keramaian, jaga jarak) Transfusi dan kelasi sesuai jadwal Saudara kandung penyandang Talasemia 50% dapat menjadi pembawa sifat/carrier, lakukan pemeriksaan Bagi para calon pengantin, rencanakan memiliki keturunan yang sehat dan terhindar dari penyakit kronik melalui pemeriksaan kesehatan pra nikah Sedapat mungkin hindari pernikahan sesama pembawa sifat/carrier Talasemia

Apa yang dimaksud dengan Thalassemia

Gambar
  Apa itu Thalassemia ? Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya Penyakit ini disebabkan karena berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin utama manusia, hal ini menyebabkan eritrosit mudah pecah dan menyebabkan pasien menjadi pucat karena kekurangan darah (anemia).

Talasemia Mayor dapat dicegah dengan melakukan skrining Talasemia.

Gambar
Dengan melakukan skrining Talasemia, yaitu pemeriksaan darah tepi dan analisis Hb untuk mengetahui seseorang Normal, Talasemia Minor atau Talasemia Mayor. Skrining ini sebaiknya dilakukan sebelum menikah, dengan demikian dapat menghindari perkawinan antara sesama Talasemia minor yang dapat melahirkan anak dengan Talasemia mayor.

Deteksi Dini Thalassemia

Gambar
 Kegiatan ini di adakan di RSUD dr. Soedarso Pontianak, adapun rangkaian kegiatan diantaranya, Sosialisasi Thalassemia dan melakukan pemeriksaan darah (Hb). Kegiatan Deteksi Dini Thalasemia di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat

Berita Thalassemia

Gambar
    

Masih ada asa

Gambar
Kegiatan Thalasemia di Hotel Mercure

Deklarasi Thalasemia

Gambar
T erselenggara kegiatan Deklarasi Kolaboratif Deteksi Dini Thalasemia Kalbar yang dibuka secara resmi oleh bapak Gubernur, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan juga luring di Aula Pendopo Gubernur Kalbar, Kota Pontianak. Deklarasi Kolaboratif Deteksi Dini Thalasemia Kalbar ini dihadiri langsung Ketua POPTI Pusat, H Ruswandi., Ketua TP PKK Prov Kalbar, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji, Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalbar, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes., Ketua POPTI Kalbar, Windy Prihastari, S.STP, M.Si., Direktur RSUD Dr. Soedarso, drg. Yuliastuti Saripawan, M.Kes., Sahabat Thalasemia, anak-anak dan orang tua penyandang thalasemia serta tamu undangan lainnya.

Deteksi Dini Thalasemia

Gambar
   

Duta Thalasemia

Gambar
Selamat atas Pengukuhan Ibu Hj. Lismaryani Sutarmidji sebagai " Duta Thalasemia Kalimantan Barat "

Deklarasi Kolaboratif Thalassemia Kalbar

Gambar
Deklarasi Kolaboratif Deteksi Dini Thalasemia di Kalbar oleh dr. Erna Yulianti bertujuan meningkatkan upaya sosialisasi dan menuju "Zero Thalasemia" di Kalbar.

Apakah penderita thalasemia bisa sembuh total?

Gambar
Mengenal  Thalasemia  tidak  bisa sembuh  tapi  bisa  di cegah.  Talasemia  merupakan salah satu penyakit kelainan darah genetik yang cukup banyak diderita oleh masyarakat di dunia.  

Berapa Hb penderita thalasemia?

Gambar
Thalassemia  intermedia memiliki kadar  Hb  yang lebih rendah (berkisar 8-10 g/dL), sehingga tetap memerlukan transfusi darah namun tidak rutin. Pasien tetap dapat hidup normal.

Kenapa thalasemia perut buncit?

Gambar
Kemudian, penderita juga mengalami  perut  yang membucit. Hal ini karena terjadinya pembesaran limpa -- berfungsi membersihkan sel darah yang sudah rusak. Pada penderita  thalasemia , sel darah merah yang rusak sangat berlebihan sehingga kerja limpa sangat berat. Akibatnya limpa membengkak.